Daftar Isi

Pengertian Himpunan

Supermarket buah

Ketika berbelanja di supermarket buah, kita melihat buah-buahan dikelompokkan berdasarkan jenisnya, misalnya anggur, mangga, atau jeruk. Dalam matematika, kumpulan benda yang terdefinisi dengan jelas seperti itu disebut himpunan.

Namun, tidak semua kumpulan dapat disebut himpunan. Suatu kumpulan harus memiliki anggota yang bisa ditentukan dengan jelas.

Contoh kumpulan yang termasuk himpunan:

  • kumpulan siswa laki-laki
  • kumpulan hewan berkaki empat
  • kumpulan buah yang diawali huruf S

Contoh kumpulan yang bukan himpunan:

  • kumpulan pelajaran yang disenangi murid
  • kumpulan makanan yang lezat
  • kumpulan murid yang pandai

Dari contoh-contoh tersebut, dapat disimpulkan:

Himpunan adalah kumpulan benda atau objek yang terdefinisi dengan jelas.

Objek yang ada di dalam himpunan disebut anggota atau elemen himpunan.

Aturan umum penulisan himpunan:

  1. nama himpunan ditulis dengan huruf kapital, misalnya AA, BB, CC
  2. anggota himpunan ditulis di dalam kurung kurawal { }
  3. antaranggota dipisahkan dengan tanda koma

Contoh:

A={bilangan asli kurang dari 10}B={2,3,5,7,11}C={siswa kelas VII yang memakai kacamata} \begin{aligned} A &= \{\text{bilangan asli kurang dari 10}\}\\ B &= \{2,3,5,7,11\}\\ C &= \{\text{siswa kelas VII yang memakai kacamata}\} \end{aligned}

Beberapa lambang himpunan bilangan yang sering digunakan:

  • bilangan asli: {1,2,3,}\{1,2,3,\ldots\}
  • bilangan cacah: {0,1,2,3,}\{0,1,2,3,\ldots\}
  • bilangan bulat: {,2,1,0,1,2,}\{\ldots,-2,-1,0,1,2,\ldots\}
  • bilangan prima
  • bilangan genap
  • bilangan ganjil
  • bilangan rasional
  • bilangan irasional
  • bilangan real

Suatu himpunan dapat dinyatakan dengan beberapa cara.

Contoh:

A={hewan berkaki dua} A = \{\text{hewan berkaki dua}\}

Contoh:

K={xx bilangan prima kurang dari 15}L={x2<x<8, x bilangan bulat} \begin{aligned} K &= \{x \mid x \text{ bilangan prima kurang dari } 15\}\\ L &= \{x \mid 2 < x < 8,\ x \text{ bilangan bulat}\} \end{aligned}

Contoh:

K={Januari, Februari, Mei, Juni, Juli}L={merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu} \begin{aligned} K &= \{\text{Januari, Februari, Mei, Juni, Juli}\}\\ L &= \{\text{merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu}\} \end{aligned}

Misalkan:

A={1,2,3,4,5} A = \{1,2,3,4,5\}

Maka 1, 2, 3, 4, dan 5 adalah anggota himpunan AA, ditulis:

1A, 2A, 3A, 4A, 5A 1 \in A,\ 2 \in A,\ 3 \in A,\ 4 \in A,\ 5 \in A

Simbol \in berarti “anggota dari”, sedangkan \notin berarti “bukan anggota dari”.

Karena 6 tidak terdapat pada himpunan AA, maka:

6A 6 \notin A

Jika AA adalah suatu himpunan, maka banyak anggotanya ditulis dengan notasi n(A)n(A). Notasi ini disebut kardinalitas himpunan AA.

  • himpunan dengan banyak anggota terbatas disebut himpunan berhingga
  • himpunan dengan banyak anggota tak terbatas disebut himpunan tak berhingga

Contoh:

  1. Jika ZZ adalah himpunan bilangan bulat antara 0 dan 6, maka

    Z={1,2,3,4,5} Z = \{1,2,3,4,5\}

    sehingga:

    n(Z)=5 n(Z)=5
  2. Jika NN adalah himpunan bilangan asli, maka

    N={1,2,3,4,5,} N = \{1,2,3,4,5,\ldots\}

    sehingga:

    n(N)= n(N)=\infty

Definisi: Himpunan kosong adalah himpunan yang tidak mempunyai anggota. Lambangnya adalah \varnothing atau { }.

Himpunan kosong merupakan himpunan bagian dari setiap himpunan.

Contoh:

  1. Jika HH adalah himpunan nama presiden Indonesia yang diawali huruf P, maka tidak ada anggotanya. Jadi:

    H= H = \varnothing
  2. Jika MM adalah himpunan nama bulan yang jumlah harinya 20, maka:

    M= M = \varnothing

Perhatikan:

A={becak, delman, mobil, bus, kereta api, kapal laut, pesawat terbang}B={mobil, bus, kereta api, pesawat terbang, kapal laut}C={becak, delman, kapal laut, kereta api, bus} \begin{aligned} A &= \{\text{becak, delman, mobil, bus, kereta api, kapal laut, pesawat terbang}\}\\ B &= \{\text{mobil, bus, kereta api, pesawat terbang, kapal laut}\}\\ C &= \{\text{becak, delman, kapal laut, kereta api, bus}\} \end{aligned}

Karena setiap anggota BB juga merupakan anggota AA, maka:

BA B \subset A

Namun, BB bukan himpunan bagian dari CC, sehingga:

B⊄C B \not\subset C

Demikian juga CC bukan himpunan bagian dari BB, sehingga:

C⊄B C \not\subset B

Ringkasnya:

  • AA adalah himpunan bagian dari BB jika setiap anggota AA juga anggota BB
  • AA bukan himpunan bagian dari BB jika ada anggota AA yang tidak menjadi anggota BB

Perhatikan pola berikut:

  • jika A={1}A=\{1\}, banyak himpunan bagiannya 2
  • jika B={1,2}B=\{1,2\}, banyak himpunan bagiannya 4
  • jika C={1,2,3}C=\{1,2,3\}, banyak himpunan bagiannya 8

Maka diperoleh kesimpulan:

Jika n(A)=n, maka banyak himpunan bagian dari A adalah 2n \text{Jika } n(A)=n,\ \text{maka banyak himpunan bagian dari } A \text{ adalah } 2^n

Contoh:

  1. P={a,b,c,d,e}P=\{a,b,c,d,e\}, maka n(P)=5n(P)=5 sehingga banyak himpunan bagiannya:

    25=32 2^5 = 32
  2. K={xx bilangan asli kurang dari 7}={1,2,3,4,5,6}K=\{x \mid x \text{ bilangan asli kurang dari } 7\} = \{1,2,3,4,5,6\}, maka n(K)=6n(K)=6 sehingga banyak himpunan bagiannya:

    26=64 2^6 = 64

Himpunan semesta alat transportasi

Jika kita membicarakan mobil, bus, kereta api, dan pesawat terbang, maka semesta pembicaraannya adalah alat transportasi. Dalam teori himpunan, semesta pembicaraan ini disebut himpunan semesta atau universum.

Himpunan semesta biasanya dilambangkan dengan SS atau UU.

Contoh:

Tentukan himpunan semesta dari:

A={2,4,6,8,10} A = \{2,4,6,8,10\}

Himpunan semesta yang mungkin:

  • himpunan bilangan cacah
  • himpunan bilangan asli
  • himpunan bilangan bulat
  • himpunan bilangan genap

Latihan interaktif untuk bagian ini tersedia pada sumber aslinya.

Demikian pembahasan tentang pengertian himpunan, cara menyatakan himpunan, himpunan kosong, himpunan bagian, dan himpunan semesta. Materi ini menjadi dasar penting untuk topik-topik himpunan berikutnya.