Tiga Bacaan Zikir Paling Dahsyat

Pendahuluan
Mengingat Allah (dzikrullah) adalah salah satu ibadah lisan yang paling mulia, mudah dilakukan, namun memiliki dampak spiritual yang sangat luar biasa. Allah SWT memerintahkan hamba-hamba-Nya untuk senantiasa mengingat-Nya sebanyak-banyaknya, sebagaimana firman-Nya bahwa dengan mengingat Allah, hati manusia akan memperoleh kedamaian yang hakiki.
Di antara sekian banyak bacaan dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, terdapat tiga bacaan dzikir utama yang disunnahkan untuk diamalkan sebanyak 100 kali setiap hari. Dzikir-dzikir ini memiliki keutamaan yang sangat dahsyat, baik berupa penghapusan dosa besar-besaran maupun pelipatgandaan pahala kebaikan.
Berikut adalah tiga bacaan zikir paling dahsyat beserta keutamaannya masing-masing:
1. Zikir Pertama: Tahlil Lengkap
Lafadz tahlil yang dimaksud adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Artinya: “Tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, Dialah Yang Maha Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya, Dialah yang memiliki alam semesta dan segala puji hanya bagi-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Keutamaan:
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (No. 3293):
“Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini dalam sehari sebanyak seratus kali, maka ia akan mendapatkan pahala yang setara dengan memerdekakan sepuluh orang budak, dicatat untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan (dosa), dan ia akan mendapatkan benteng/perlindungan dari godaan setan pada hari itu hingga sore hari. Serta tidak ada seorang pun yang membawa amal lebih baik darinya, kecuali orang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.”
2. Zikir Kedua: Tasbih (Subhanallah wa Bihamdihi)
Lafadz tasbih yang dimaksud adalah:
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya: “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya.”
Keutamaan:
Penghapus Dosa Seluas Samudra: Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Al-Bukhari (No. 6405):
“Barangsiapa yang membaca ‘Subhanallah wa bihamdihi’ setiap hari sebanyak seratus kali, maka akan dihapuskan baginya segala dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.”
Meraih Seribu Kebaikan dalam Sehari: Suatu hari Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Apakah ada di antara kalian yang tidak mampu meraih seribu kebaikan dalam sehari?” Sahabat bertanya, “Bagaimana caranya meraih seribu kebaikan, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab:
“Cukuplah ia bertasbih (membaca subhanallah) sebanyak seratus kali, maka akan dicatat untuknya seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan.” (HR. Muslim)
3. Zikir Ketiga: Istighfar dan Taubat
Lafadz istighfar yang senantiasa dilantunkan oleh Rasulullah SAW adalah:
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَتُبْ عَلَيَّ إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: “Wahai Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.”
Keutamaan:
Meskipun Rasulullah SAW adalah seorang nabi yang maksum (terjaga dari dosa), beliau adalah manusia yang paling rajin beristighfar. Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma mengisahkan:
“Sungguh, kami pernah menghitung dalam satu majelis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkan doa ‘Rabbighfirlii wa tub ‘alayya innaka antat tawwabur rahiim’ sebanyak seratus kali.” (HR. Ibnu Majah No. 3814)
Rasulullah SAW juga bersabda:
“Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah! Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim No. 2702)
Kesimpulan
Ketiga zikir di atas sangatlah ringan diucapkan oleh lisan, namun memiliki timbangan yang amat berat di sisi Allah SWT. Meluangkan waktu kurang lebih 10 hingga 15 menit setiap hari untuk menyelesaikan hitungan seratus kali dari masing-masing zikir ini adalah investasi akhirat terbaik bagi setiap muslim. Mari kita basahi lisan kita dengan tahlil, tasbih, dan istighfar, sebagai bentuk pembuktian cinta kita kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
Disadur dari Materi Khutbah Jumat Ustadz Sodiq Fajar (Dakwah.id).




