<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
    <channel>
        <title>Untaian Hikmah - Label - Aan Triono</title>
        <link>https://www.aantriono.com/tags/untaian-hikmah/</link>
        <description>Untaian Hikmah - Label - Aan Triono</description>
        <generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><managingEditor>aantriono82@gmail.com (Aan Triono)</managingEditor>
            <webMaster>aantriono82@gmail.com (Aan Triono)</webMaster><copyright>This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><lastBuildDate>Wed, 13 Jan 2021 15:03:00 &#43;0000</lastBuildDate><atom:link href="https://www.aantriono.com/tags/untaian-hikmah/" rel="self" type="application/rss+xml" /><item>
    <title>Keajaiban Sarang Lebah</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/01/keajaiban-sarang-lebah/</link>
    <pubDate>Wed, 13 Jan 2021 15:03:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/01/keajaiban-sarang-lebah/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/01/keajaiban-sarang-lebah/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p>Pembaca yang budiman, tahukah Anda bahwa lebah madu tidak hanya terkenal sebagai hewan kecil yang menghasilkan madu, tapi juga terkenal sebagai makhluk hidup yang "jenius"? Sebagai hewan, lebah madu hidup berkoloni (berkelompok) dalam sarang yang mereka bangun sendiri dengan sangat teliti. Dalam tiap sarang, terdapat ribuan kantung yang berbentuk heksagonal atau segi enam yang dibuat untuk menyimpan madu. Pernahkah kita berfikir, mengapa mereka membuat  kantung-kantung yang berbentuk heksagonal.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Kematian Sebagai  Suatu Peralihan</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/kematian-sebagai-suatu-peralihan/</link>
    <pubDate>Tue, 22 Sep 2020 14:53:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/kematian-sebagai-suatu-peralihan/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/kematian-sebagai-suatu-peralihan/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIL75eEUIEsmuY8G-KldI1BTjgOJp978w4SXLtd9NWRhVKI4UeR9xZMlIN41PFWNyo68LRZu4qSK1cXQaT-35V7vSO7FF0jRvGa8PNaTt6VxGGUHp2s146NLAyOJWkZlVx3hOQFT93W34/s1280/WhatsApp+Image+2020-09-22+at+14.36.32.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIL75eEUIEsmuY8G-KldI1BTjgOJp978w4SXLtd9NWRhVKI4UeR9xZMlIN41PFWNyo68LRZu4qSK1cXQaT-35V7vSO7FF0jRvGa8PNaTt6VxGGUHp2s146NLAyOJWkZlVx3hOQFT93W34/w400-h225/WhatsApp+Image+2020-09-22+at+14.36.32.jpeg" width="400" /></a>Dalam mengarungi kehidupan di dunia ini tentulah manusia mengalami masa-masa transisi yang datang dan pergi silih berganti,  ada pagi ada sore, ada siang ada malam, ada yang sehat ada yang sakit, ada yang hidup ada pula yang mati. Tentulah semua hal itu akan menimpa kita semua.  Ada sebuah hal yang terkadang kita luput memikirkanya, meskipun suatu saat kita bakal menghadapinya, perkara itu tiada lain adalah kematian. Siapapun akan mengalami mati, kematian adalah keniscayaan yang dialami oleh setiap manusia walaupun sebabnya berbeda-beda. Allah berfirman di dalam Al Qur&rsquo;an :قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِى تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلَى عَلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَدَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ Artinya: Katakanlah: ”Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (<span>Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. ” (<span>QS Al-Jumuah : 8).Lalu, apa arti kita hidup di dunia? Dunia adalah tempat kita mempersiapkan diri untuk menuju kehidupan yang hakiki yaitu kehidupan di alam akhirat. Sebagai tempat persiapan, kita harus memiliki persiapan yang cukup karena jauhnya perjalanan yang akan ditempuh. Walau bagaimanapun kecintaan kita kepada dunia dan isinya tetaplah suatu saat dunia ini  akan meninggalkan kita atau kita yang akan ditinggalkan dunia. Kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan fana. Kehidupan yang hakiki adalah kehidupan yang di dalamnya tidak ada kematian yaitu kehidupan akhirat. Jika boleh diibaratkan dunia ini hanyalah suatu persinggahan, bukan pengabadian, sebuah terminal, tempat pemberhentian sementara, kita transit di dalamnya sejenak, sampai waktu yang ditentukan, setelah itu kita tinggalkan dan melanjutkan perjalanan lagi.Bila demikian tabiat dunia, mengapa kita terlalu banyak menyita hidup kita untuk keperluan dunia? Diakui atau tidak, dari 24 jam jatah usia kita dalam sehari, bisa dikatakan hanya beberapa persen saja yang kita gunakan untuk persiapan akhirat. Selebihnya bisa dipastikan terkuras habis oleh kegiatan yang berputar-putar di sekitar dunia. Padahal kita sangat perlu untuk menyeimbangkan keduanya. Dari usia kita sekarang ini, pernahkah kita menghisab diri kita sendiri,  berapakah kebajikan yang telah kita kumpulkan, berapakah pundi-pundi amal yang telah kita kantongi,  atau berapakah kemaksiatan yang telah dilakukan, berapa banyak dosa yang telah dilazimkan? Tentulah hanya diri sendiri yang mengetahuinya. Sekarang, marilah kita ingat nikmat Allah yang tak terhingga, setiap saat darah mengalir dalam tubuh kita. Tapi mengapa kita lalaikan itu semua. Detakan jantung tidak pernah berhenti. Kedipan mata yang tak terhitung berapa kali dalam sehari, Hembusan nafas setiap saat, selalu kita nikmati tanpa pernah kita membayarnya, tanpa pernah memikirkan bagaimana jadinya jika nikmat itu ditahan oleh Allah sebentar saja.  Tapi karena sifat jahil dan zalim kita sengaja atau tidak selalu menganggap remeh dan melupakan hal itu.Kita sering mudah berterimakasih kepada seorang yang berjasa kepada kita, sementara kepada Allah yang senantiasa memanjakan kita dengan nikmat-nikmat-NYA, kita sering kali memalingkan ingatan. Akibatnya kita pasti akan lupa akhirat. Dari sini dunia akan selalu menghabiskan waktu kita.Sedangkan dengan mengingat kematian akan mendorong seseorang untuk mempersiapkan bekal kematian, menghindari melakukan perbuatan-perbuatan yang menjurus kepada kemaksiatan dan mendorong berlaku taqwa.Sehubungan dengan Mengingat Kematian ini Rasulullah bersabda:اَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ الْمَوْتِ فَإِنَّهُ يُمَحِّصُ الذُّنُوْبَ وَيُزْهِدُ الدُّنْيَاArtinya: ”perbanyaklah mengingat kematian, Sebab yang demikian itu akan menghapuskan dosa, dan menyebabkan timbulnya kezuhudan di dunia.”Dalam perspektif Islam orang yang banyak mengingat kematian dinilai sebagai orang yang cerdik. Rasulullah SAW. Bersabda:إِكْيَسُ النَّاسِ اَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ وَاَشَدُّهُمْ اِسْتِعْدَادًا لَهُ اُوْلَئِكَ هُمُ اْلاَكيَاسُ ذَهَبُوْا بِشَرَفِ الدُّنْيَا وَكَرَامَةِ اْلاَخِرَاةِ. ابن ماجةArtinya: ”secerdik-cerdik manusia adalah yang terbanyak ingatanya kepada kematian, serta yang terbanyak persiapanya menghadapi kematian itu. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar cerdik. Dan mereka akan pergi ke alam baka dengan membawa kemuliaan dunia serta kemuliaan akhirat.” (<span>HR Ibnu Majah).Marilah kita senantiasa bermuhasabah, mengingat-ingat keburukan diri, merenungi khilaf dan dosa yang telah diperbuat dengan selalu berharap ampunan dariNya dan bertaubat kepadaNya sebelum kematian itu datang menghampiri dan menjemput kita tanpa pernah disadari, tanpa pernah diinginkan, dan tanpa pernah diharapkan. Karena kematian adalah suatu peralihan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat, dan pasti setiap yang berjiwa akan mengalaminya. Dan semoga kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan beriman dan husnul khotimah. Aamiin.<span style="background-color: #fcff01;">Artikel ini dibuat untuk mengenang dan mendo&rsquo;akan guru kami, pimpinan kami, motivator kami, Almarhum Bapak Suharno, S.Pd, Kepala Sekolah SMPN Purworejo Kec. Padang Ratu Kab. Lampung Tengah Prov. Lampung. 😭<span style="background-color: #fcff01;">اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Menyikapi Ujian  Pandemi Covid-19</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/menyikapi-ujian-pandemi-covid-19/</link>
    <pubDate>Thu, 17 Sep 2020 14:29:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/menyikapi-ujian-pandemi-covid-19/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/menyikapi-ujian-pandemi-covid-19/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikmo6rRRbCEBg2-b-MIMa-woG8rgPErdnBpSDVpEPCh-DBe6ja5iRmGlu2kp7k5TQmc4kCMxQM5iQ1JO325oyV-40x82ibpq73otA0LTVivwI7oaCtQntD7kTciQPrDcGFiSxv9ooIA54/s660/khutbah.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img border="0" data-original-height="311" data-original-width="660" height="188" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEikmo6rRRbCEBg2-b-MIMa-woG8rgPErdnBpSDVpEPCh-DBe6ja5iRmGlu2kp7k5TQmc4kCMxQM5iQ1JO325oyV-40x82ibpq73otA0LTVivwI7oaCtQntD7kTciQPrDcGFiSxv9ooIA54/w400-h188/khutbah.jpg" title="Gambar khutbah jumat" width="400" /></a><b>Khutbah Pertama</b>إِنَّ الْحَمْدَ لله نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ الله فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إلا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.اَللَّهُمّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِي تَسَآءَلُونَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ الله كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ: فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ الله وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صلى الله عليه و سلم وَشَرَّ الْأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ، وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي النَّارِ<i>Hadirin jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah subhanahu wata&rsquo;ala.</i>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah subhanahu wata&rsquo;ala, Rabb semesta alam yang telah melimpahkan kepada kita taufik dan hidayah serta rahmatNya sehingga pada hari ini kita semua berada di masjid ini untuk melaksankan perintahNya yaitu melaksanakan ibadah shalat jumat dan rangkaiannya.Shalawat dan salam semoga selalu tercurah keharibaan beliau, suri tauladan kita Nabi Muhammad shallallahu &lsquo;alaihi wasallam yang telah menyampaikan risalah agama ini. Kemudian marilah senantiasa kita memperbarui keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata&rsquo;ala, dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.<i>Hadirin jamah shalat jumat yang dirahmati Allah </i><i>subhanahu wata&rsquo;ala.</i>Sesungguhnya Allah subhanahu wata&rsquo;ala telah bersumpah akan menguji manusia dengan lima macam ujian yaitu : ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, dan kekurangan buah-buahan Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 155 yaitu :وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
<i>Artinya : &ldquo;Dan sungguh akan kami uji manusia itu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar&rdquo;. </i>Ayat ini menunjukkan kepada kita bahwa musibah atau bencana adalah suatu keniscayaan yang harus dihadapi oleh setiap manusia. Bencana, apapun bentuknya, sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang Allah kepada manusia. Berbagai peristiwa yang menimpa manusia pada hakikatnya merupakan ujian dan cobaan atas keimanan dan perilaku yang telah dilakukan oleh manusia itu sendiri. Ketauhidan seorang mukmin akan menuntunkan bahwa berbagai peristiwa yang menimpa manusia bukanlah persoalan, karena manusia hidup pasti akan diuji dengan berbagai persoalan.  Peristiwa yang merupakan musibah merupakan takdir Allah. Takdir di sini dimaknai dengan sebuah ketetapan dan ketentuan Allah yang telah terjadi di hadapan kita. Hanya Allah saja yang mengetahui ketetapan dan ketentuan-Nya. Manusia hanya dapat mengetahuinya ketika ketetapan dan ketentuan tersebut terjadi. Adapun ketika ketetapan dan ketentuan yang akan terjadi pada manusia juga tidak mengetahuinya, hanya Allah saja yang Maha Tahu. Dengan demikian, manusia wajib memohon kepada Allah dan berusaha untuk menyikapinya dengan penuh kesabaran dalam rangka mengubah keadaan yang dihadapinya menjadi lebih baik.&lt;i style=&ldquo;font-family: &ldquo;times new roman&rdquo;;&quot;&gt;Hadirin jamaah shalat jumat yang dirahmati Allah subhanahu wata&rsquo;ala.</i>Saat ini umat manusia sedang diuji dengan pandemi covid-19 yang berasal dari kota Wuhan, China. Beragam sikap dan perilaku yang ditunjukkan manusia dalam menyikapi adanya pandemi covid-19 ini. Lalu bagaiman sikap kita sebagai seorang muslim dalam menyikapi pandemi covid-19 ini? Ada beberapa sikap yang selayaknya dilakukan seorang muslim dalam menyikapi adanya pandemi covid-19 ini.<i>Pertama : Tawakkal kepada Allah</i>Setiap muslim haruslah menanamkan keyakinan dalam hatinya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia  adalah karena kuasaNya dan sudah menjadi takdirNya dan hendaknya kita pasrah dan tawakkal kepada Allah.Dalam surat At-Taghabun ayat 11 Allah subhanahu wata&rsquo;ala berfirman :مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ ۚ وَٱللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ <i style="font-family: verdana;"></i><i style="font-family: verdana;">Artinya : Tidak ada satu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.&quot;</i>Kemudian di dalam sebuah hadits disebutkan :كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ<i>Artinya :&ldquo;Allah telah mencatat takdir setiap makhluk 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.&rdquo; (<span>HR. Muslim)</i><i>Kedua : Menjaga aturan Allah</i>Ingatlah kalau kita menjaga aturan Allah, menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya, pasti Allah akan menjaga kita. Dalam sebuah nasihat Nabi shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu disebutkan :احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْ<i>Artinya : “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu.” (<span>HR. Tirmidzi)</i><i>Ketiga: Ingatlah keadaan seorang mukmin antara bersyukur dan bersabar </i>Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ <i>Artinya : </i>“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (<span>HR. Muslim)  <i>Keempat: Melakukan ikhtiar dan sebab.</i>Melakukan sebab dan melakukan berbagai upaya untuk mengobati penyakit. Berobat dan mencari sebab tidaklah bertentangan dengan tawakkal. Untuk menghadapi wabah, Nabi shallallahu &lsquo;alaihi wa sallam mengajarkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَاز متفق عَلَيْهِ <i>Artinya : “Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (<span>Muttafaqun ‘alaihi) </i><i>Kelima: Memperkuat diri dengan dzikir, terutama merutinkan dzikir pagi dan petang.</i> Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:مَا مِنْ عَبْدٍ يَقُولُ فِي صَبَاحِ كُلِّ يَوْمٍ وَمَسَاءِ كُلِّ لَيْلَةٍ : بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ العَلِيمُ ، ثَلاثَ مَرَّاتٍ ، إِلاَّ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ Artinya : “Tidaklah seorang hamba mengucapkan setiap pagi dari setiap harinya dan setiap petang dari setiap malamnya kalimat: BISMILLAHILLADZI LAA YADHURRU MA’ASMIHI SYAI-UN FIL ARDHI WA LAA FIS SAMAA’ WA HUWAS SAMII’UL ‘ALIIM (<span>Dengan nama Allah Yang dengan namaNya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan tidak juga di langit, dan Dialah Yang Maha Mendegar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak aka nada apa pun yang membahayakannya.” (<span>HR. Abu Daud dan Tirmidzi) <i>Keenam: Jangan percaya berita hoax dan pandai menyaring berita.</i>Seorang muslim harus pandai menyikapi berita dengan kroscek terlebih dahulu berita yang beredar. Allah subhanahu wa ta&rsquo;ala berfirman : يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِن جَآءَكُمْ فَاسِقٌۢ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوٓا۟ أَن تُصِيبُوا۟ قَوْمًۢا بِجَهَٰلَةٍ فَتُصْبِحُوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَٰدِمِينَ
<i>Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (<span>QS. Al Hujurat: 6). </i> <i>Ketujuh: Bersabar</i>                             وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ<i>Artinya : &ldquo;Dan sungguh akan kami uji manusia itu dengan ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, kematian, dan kekurangan buah-buahan, dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar&rdquo;. </i><i>Hadirin jamah shalat jumat yang dirahmati Allah </i>&lt;i style=&ldquo;font-family: &ldquo;times new roman&rdquo;;&quot;&gt;subhanahu wata&rsquo;ala.</i>Akhirnya marilah kita senantiasa berusaha dan berdo&rsquo;a agar pandemi covid-19 ini segera berakhir, segera diangkat virusnya oleh Allah sehingga kita tidak lagi merasa was-was dalam bekerja dan beribadah. Aaaminأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا َوَاسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ إِنَّهُ هُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ <b></b><b>Khutbah Kedua</b><b></b><b>الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ </b><b style="font-family: verdana;">تَعْمَلُونَ, </b>أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا أَمَّا بَعْدُ, إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ  يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا, اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ ءَامَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ. اَللَّهُمَّ افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَّا بِالْحَقِّ وَاَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ. اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يِوْمِ الدِّيْن٠ عِبَادَ الله! اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَ الْمُنْكَرِ وَ الْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَّكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَ لَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Tahun Baru Islam 1442 H</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/pada-tahun-2020-m-ini-tahun-baru-islam/</link>
    <pubDate>Wed, 16 Sep 2020 15:19:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/pada-tahun-2020-m-ini-tahun-baru-islam/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/pada-tahun-2020-m-ini-tahun-baru-islam/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXfCaMlBjOs_lpHuVHuJXX9_gBW0mvvuBQYUogq6wfycS2Ctl4ryYmurm4xRIgnVH2AUAn2xAOF9U9e7l7ORw_IiKMgs0M_F-2tQUmx1TujBSqPNId90uy7uw3fmBK8vv10pwuZcTdmAc/s1600/tahun+baru+hijriyah.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="gambar tahun baru islam 1442 h" border="0" data-original-height="393" data-original-width="700" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXfCaMlBjOs_lpHuVHuJXX9_gBW0mvvuBQYUogq6wfycS2Ctl4ryYmurm4xRIgnVH2AUAn2xAOF9U9e7l7ORw_IiKMgs0M_F-2tQUmx1TujBSqPNId90uy7uw3fmBK8vv10pwuZcTdmAc/w400-h224/tahun+baru+hijriyah.jpg" title="Tahun Baru Islam 1442 H" width="400" /></a><p><span>Pada tahun 2020 M ini , Tahun baru Islam atau 1 Muharram 1442 H akan jatuh bertepatan dengan hari  kamis, 8 Agustus 2020. Islam memiliki 12 bulan dalam satu tahun . Adapun nama-nama bulan dalam kalender hijriyah adalah : Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir/Rabi&rsquo;uts Tsany, Jumadil Awal, Jumadil Akhir/Jumadits Tsany, Rajab, Syakban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, Zulhijah.  Diantara kedua belas bulan tersebut ada yang dinamakan bulan haram yaitu : bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam, dan Rajab.</p></p>]]></description>
</item><item>
    <title>DUA KIDUNG PENAWAR HATI</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/dua-kidung-penawar-hati/</link>
    <pubDate>Mon, 14 Sep 2020 14:23:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/dua-kidung-penawar-hati/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/dua-kidung-penawar-hati/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><div li="" style="font-size: 25px; text-align: right;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_MXspketZ3ZZOxAOcG4N8KfS8u7MDdZxdLP8_6wjIYsGbvz-pfIgyQiXGV-6IY6quVM-u3kP-nAIiPTwNUQMHjw0H_NBu6MGRg8yTuMYTBETHcCp8ADQMzP792t997x8g2jXCzi5UKHQ/s1024/15444670435c0eb263890bb.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Berdo'a kepada Allah" border="0" data-original-height="683" data-original-width="1024" height="134" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_MXspketZ3ZZOxAOcG4N8KfS8u7MDdZxdLP8_6wjIYsGbvz-pfIgyQiXGV-6IY6quVM-u3kP-nAIiPTwNUQMHjw0H_NBu6MGRg8yTuMYTBETHcCp8ADQMzP792t997x8g2jXCzi5UKHQ/w200-h134/15444670435c0eb263890bb.jpg" title="Gambar orang berdo'a" width="200" /></a><div li="" style="font-size: 25px; text-align: right;">بسم الله الرحمن الرحيم 
<ol><li> Ya Allah, aku ingin mengerjakan semua kebaikan, tapi apa  daya tangan tak sampai. </li><li>Maafkanlah segala kekuranganku, Engkau Maha tidak memerlukan dari menyiksaku.</li></ol> الهى لست للفردوس اهلول أقوى على نار الجحيمفهب لى زلتى واغفر لى ذنوبىفانك غافر الذنب العظيموعاملنى معاملة الكريم وثبتنى على النهج القويم"Ya Tuhanku, tak layak bagiku menghuni surga Firdaus-Mu.Namun aku tak kuat bila menempati neraka Jahim.Maafkanlah semua kesalahanku dan ampunilah semua dosakuKarena hanya Engkaulah yang mengampuni dosa-dosa yang besar.Perlakukanlah daku dengan perlakuan yang terhormatdan kokohkanlah keyakinanku pada jalan yang benar."]]></description>
</item><item>
    <title>MAHABBAH seri 2</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/mahabbah2/</link>
    <pubDate>Wed, 09 Sep 2020 09:20:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/mahabbah2/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/mahabbah2/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCEfjgt6OJ22uOIJ3w8EG6X3N9VIJiEpSYjgKB-r9icmDzLslnMM1vgyeshuc7Zrg6yAePxO6iW6oTKg76z7ZVMS1zqWu4hj81QG1zyW-nTPO5Xk0xo9_gMT5o_etW2qhVQxkqHZFnq24/s750/ci.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="golongan muhibbin" border="0" data-original-height="500" data-original-width="750" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCEfjgt6OJ22uOIJ3w8EG6X3N9VIJiEpSYjgKB-r9icmDzLslnMM1vgyeshuc7Zrg6yAePxO6iW6oTKg76z7ZVMS1zqWu4hj81QG1zyW-nTPO5Xk0xo9_gMT5o_etW2qhVQxkqHZFnq24/w320-h213/ci.jpg" title="Gambar cinta" width="320" /></a>Cinta adalah menyangkut intuisi manusia. Perasaan cinta tidak hanya ditentukan menurut tingkat sosial atau ras, dia adalah universal. Tidak ada suatu kriteria yang mutlak tentang cinta. Yang jelas adalah bahwa cinta kepada Allah, atau datangnya cinta Allah kepada manusia, sepenuhnya tergantung dengan &ldquo;masyiatulah&rdquo;/kehendak Allah.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>MAHABBAH</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/mahabbah/</link>
    <pubDate>Mon, 07 Sep 2020 15:40:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/mahabbah/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/mahabbah/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqv029mvyk3A6BtbopH7ffWy6wkXk-nJw8a-WV0s6b6oiiYyyaG3Y_bt8Tfkunr-t7nkvKQTlWb34dYWrHqMgTXM6uKGQ_EM-5yE1lRb0tBFiX55SWsEKP5PR8zbPL7w2kY4yxDJAMeOQ/s750/ci.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Ketika cinta bersua" border="0" data-original-height="500" data-original-width="750" height="213" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqv029mvyk3A6BtbopH7ffWy6wkXk-nJw8a-WV0s6b6oiiYyyaG3Y_bt8Tfkunr-t7nkvKQTlWb34dYWrHqMgTXM6uKGQ_EM-5yE1lRb0tBFiX55SWsEKP5PR8zbPL7w2kY4yxDJAMeOQ/w320-h213/ci.jpg" title="Cinta" width="320" /></a>Berbicara tentang mahabbah atau cinta adalah sesuatu yang paling menarik. kata orang, tali Allah yang terbentang dalam alam semesta ini adalah &ldquo;cinta&rdquo;. Kalangan yang beraliran Hubbul-Ilahi/Cinta Tuhan termasuk diantaranya Ibnu Shina, berpendapat bahwa apapun jua yang ada dalam alam semesta ini tidak terlepas dari cinta. Menurut mereka, makhluk yang Allah ciptakan adalah &ldquo;berpasangan&rdquo;/zaujain. Api dan air bukanlah berlawanan tetapi berpasangan. Di peristiwa kebakaran besar, pada hakikatnya si api mengundang kekasihnya yang bernama air. Di saat air datang, mengepul asap menjulang tinggi ke angkasa, dengan letupan-letupan laksana simfoni, berpadu kasih si api dan si air di ketinggian dalam gumpalan-gumpalan penuh rasa asyik dan masyuk.<span></p>]]></description>
</item><item>
    <title>Ajaran Pertama</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/09/ajaran-pertama/</link>
    <pubDate>Sat, 05 Sep 2020 14:51:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/09/ajaran-pertama/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/09/ajaran-pertama/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQp_eWZCVjZRn-ms_NZTdFsQksOu-YaCOzBIUGOvyEyeVulbrF-6X96b6JSQRQLDaAvkUDsUbi2hmMNwkQDpmEwB2ZLT4VBpLtMD7zIQRlpOPaalwAwYIt2f4OOh9wSh3YG96PYaRUc8I/s1024/Tasawuf_Ilmu_yang_Tak_Cukup.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Tasawuf dalam islam" border="0" data-original-height="576" data-original-width="1024" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQp_eWZCVjZRn-ms_NZTdFsQksOu-YaCOzBIUGOvyEyeVulbrF-6X96b6JSQRQLDaAvkUDsUbi2hmMNwkQDpmEwB2ZLT4VBpLtMD7zIQRlpOPaalwAwYIt2f4OOh9wSh3YG96PYaRUc8I/s16000/Tasawuf_Ilmu_yang_Tak_Cukup.jpg" title="Tasawuf" /></a><b>Biografi singkat Syaikh Abdul Qadir Jailani qs</b>Sayid Abu Muhammad Abdul Qadir dilahirkan di Naif, di kawasan daerah Jailan, Persia. Ia dilahirkan pada bulan Ramadhan 470 H, kurang lebih bertepatan dengan tahun 1077 M. Ayahnya bernama Abu Shaleh, seorang yang taat kepada Allah SWT dan mempunyai hubungan keturunan dengan Imam Hasan, yaitu anak sulung Sayyidina Ali Bin Abi Thalib dan Fatimah Azzahra, anak perempuan Nabi Muhammad SAW. Ibunya adalah putri Abdullah Shaumayya, seorang yang taat kepada Allah SWT, keturunan Imam Husain, anak Imam Ali Bin Abi Thalib dengan Fatimah Azzahra. Jadi, Sayyid Abdul Qadir Jailani adalah anak keturunan Imam hasan dan juga Imam Husain.<span></p>]]></description>
</item><item>
    <title>Puasa Asyura</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/08/puasa-asyura/</link>
    <pubDate>Sat, 29 Aug 2020 15:29:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/08/puasa-asyura/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/08/puasa-asyura/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5k-hTn90Wd1FbgWAGRc3t5sfgkAT5DmLZd8_OJ9ojcn4Zkj0EiDkAmySIzDIWwF8Flsw8T4dLjMf9syjrwhctfgMlr7zbc0-FjWOjKLc3a9Lmgo34a1bfNnRAwom7pScw_uJDi8dmdnk/s1600/puasa.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Puasa Asyura' dilaksanakan pada tanggal 10 Muharam dan dapat menjadi kaffrah dosa setahun" border="0" data-original-height="315" data-original-width="315" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5k-hTn90Wd1FbgWAGRc3t5sfgkAT5DmLZd8_OJ9ojcn4Zkj0EiDkAmySIzDIWwF8Flsw8T4dLjMf9syjrwhctfgMlr7zbc0-FjWOjKLc3a9Lmgo34a1bfNnRAwom7pScw_uJDi8dmdnk/s200/puasa.jpg" title="Puasa Asyura'" width="200" /></a></p>
<p>Bismillah&hellip;</p>
<p>Pada tahun ini hari Asyura&rsquo; 10 Muharam 1442 H bertepatan dengan hari Sabtu, 29 Agustus 2020. Hari Asyura&rsquo; merupakan hari yang sangat istimewa. Rasullullah SAW memberikan banyak perhatian pada hari itu untuk berpuasa. Dari Ibnu Abbas RA, beliau mengatakan yang artinya : &ldquo;Saya belum pernah melihat Nabi SAW memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari Asyura&rsquo;, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadhan. (HR. Ahmad dan Bukhari).</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Dibalik Rezeki Kita</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/07/dibalik-rezeki-kita/</link>
    <pubDate>Mon, 13 Jul 2020 03:06:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/07/dibalik-rezeki-kita/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/07/dibalik-rezeki-kita/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><p>&lt;span face=&ldquo;&ldquo;verdana&rdquo; , sans-serif&rdquo;&gt;</p>
<p><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB2tLJMlfpkU0UAB2nkyk1eMxVaR8ptZ4hbMMVNUBEYQAm9W2e6_dO2zOfNKa5QjCmG-QWbSHZA2uxP5eO7J50Ok_H7-EpYKKcfTFACRIGjylFzcg_ihsD9-0x759F1lnt76dSa9pQqyk/s1600/rezeki.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="rezeki manusia" border="0" data-original-height="300" data-original-width="300" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgB2tLJMlfpkU0UAB2nkyk1eMxVaR8ptZ4hbMMVNUBEYQAm9W2e6_dO2zOfNKa5QjCmG-QWbSHZA2uxP5eO7J50Ok_H7-EpYKKcfTFACRIGjylFzcg_ihsD9-0x759F1lnt76dSa9pQqyk/w200-h200/rezeki.jpg" title="rezeki manusia" width="200" /></a></p>
<p>&lt;span face=&ldquo;&ldquo;verdana&rdquo; , sans-serif&rdquo;&gt;</p>
<p>&lt;span face=&ldquo;&ldquo;verdana&rdquo; , sans-serif&rdquo;&gt;Assalamu&rsquo;alaikum&hellip;</p>
<p>&lt;span face=&ldquo;&ldquo;verdana&rdquo; , sans-serif&rdquo;&gt;Sahabat&hellip;setiap rezeki yang kita belanjakan ke pasar, ada rezeki nya pedagang yang selalu berdoa untuk memenuhi kebutuhan keluarga nya</p>
<p>&lt;span face=&ldquo;&ldquo;verdana&rdquo; , sans-serif&rdquo;&gt;</p>
<p>&lt;span face=&ldquo;&ldquo;verdana&rdquo; , sans-serif&rdquo;&gt;Di balik belanjaan yang besar, ada rezeki dari para bapak/ibu pedagang yang mau membayar bulanan sekolah anak nya</p>]]></description>
</item></channel>
</rss>
