<rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0">
    <channel>
        <title>Kelas 7 - Kategori - Aan Triono</title>
        <link>https://www.aantriono.com/categories/grade-7/</link>
        <description>Kelas 7 - Kategori - Aan Triono</description>
        <generator>Hugo -- gohugo.io</generator><language>id</language><managingEditor>aantriono82@gmail.com (Aan Triono)</managingEditor>
            <webMaster>aantriono82@gmail.com (Aan Triono)</webMaster><copyright>This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.</copyright><atom:link href="https://www.aantriono.com/categories/grade-7/" rel="self" type="application/rss+xml" /><item>
    <title>Garis dan Sudut</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2022/04/garis-dan-sudut/</link>
    <pubDate>Mon, 15 Dec 2025 22:14:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2022/04/garis-dan-sudut/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2022/04/garis-dan-sudut/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengertian-sudut" class="headerLink">
    <a href="#pengertian-sudut" class="header-mark"></a>Pengertian Sudut</h2><div style="text-align: left;">Sudut dibentuk oleh pertemuan dua buah garis/sinar yang bertemu pada pangkalnya. Sudut dinotasikan dengan $\angle$. Pada sebuah sudut terdapat unsur-unsur, seperti kaki sudut, titik sudut, dan daerah sudut. Perhatikan gambar berikut.</div><div style="text-align: left;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRxHObz7aHc90e-RL_X83z8W77VBzGnWKGMxsvTrG9CiqIT1HV2hz_FkK_FUFn_WqK6HwI0sm6AU8Lm6r8U-gcFfoCdaJs4h2Mn-ZNulAZ-aeaneVzFuAT5_IjmSR029esXjm7SNriGJSx3tRmtJoEBcSYmnxkv0pHtcjt5DMQ9q8X6BhOidGRB521/s1280/sudut%20(1).png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Garis dan Sudut" border="0" data-original-height="400" data-original-width="1280" height="100" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRxHObz7aHc90e-RL_X83z8W77VBzGnWKGMxsvTrG9CiqIT1HV2hz_FkK_FUFn_WqK6HwI0sm6AU8Lm6r8U-gcFfoCdaJs4h2Mn-ZNulAZ-aeaneVzFuAT5_IjmSR029esXjm7SNriGJSx3tRmtJoEBcSYmnxkv0pHtcjt5DMQ9q8X6BhOidGRB521/w320-h100/sudut%20(1).png" title="Materi garis dan sudut kelas 7 SMP" width="320" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><br /></div><div style="text-align: left;">Kaki sudut berupa sinar garis, yaitu sinar garis OA dan OB. Titik O dinamakan titik sudut, sedangkan daerah yang diarsir dinamakan daerah sudut. Daerah sudut lebih dikenal dengan nama besar sudut. Besar sudut tidak bergantung pada panjang kaki-kaki sudut yang membentuknya.&nbsp;</div><div style="text-align: left;"><p class="note"><b>Titik sudut</b> adalah titik perpotongan kedua kaki sudut.<br /><b>Daerah sudut</b> adalah daerah yang dibatasi oleh kedua kaki sudut.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Pengumpulan dan Penyajian Data</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2022/02/penyajian-dan-pengumpulan-data/</link>
    <pubDate>Mon, 14 Feb 2022 16:02:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2022/02/penyajian-dan-pengumpulan-data/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2022/02/penyajian-dan-pengumpulan-data/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div style="text-align: justify;">Data sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan data yang jelas, tindakan yang diambil menjadi lebih jelas. Agar data lebih informatif, mudah dibaca, dan mudah dipahami diperlukan penyajian/penataan data yang berbentuk tabel dan diagram. Artikel ini membahas tentang pengumpulan dan penyajian data.</div>
<h2 id="pengumpulan-data" class="headerLink">
    <a href="#pengumpulan-data" class="header-mark"></a>Pengumpulan Data</h2><div style="text-align: justify;">Data dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif.&nbsp; Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan, misalnya pendapatan rata-rata per bulan, jumlah penduduk, dan jumlah anak tiap keluarga. Sedangkan data kualitatif adalah data yang bukan berupa angka atau bilangan, misalnya tingkat ekonomi, jenis pekerjaan, dan jenis kelamin.</div><div style="text-align: justify;">Data kuantitatif terdiri atas data diskrit dan data kontinu. Data diskrit adalah data yang diperoleh dengan membilang, mencacah, atau menghitung, misalnya data jumlah siswa di suatu sekolah, dan data jumlah penduduk. Data kontinu adalah data yang diperoleh dari hasil mengukur, misalnya data tinggi badan dan data berat badan.&nbsp;</div><div><p class="note">Data adalah sesuatu yang dapat memberikan gambaran tentang suatu kedaan atau persoalan. Jangkauan = data terbesar - data terkecil</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Bentuk Aljabar dan Operasinya</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/10/bentuk-aljabar-dan-operasinya/</link>
    <pubDate>Wed, 20 Oct 2021 07:48:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/10/bentuk-aljabar-dan-operasinya/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/10/bentuk-aljabar-dan-operasinya/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjp6WxPsQPkpq63-MalsGS3eno3fwHskKiBbzEwjLfc8urWYUB0FLzK9t6_UgBZ_tC7dDj0ayqIBr65czq6gqURwS8Q2pfUb0jWKFiZmrvIy0GbIIckPoRx5N1f57DcXn9dQQ9_bRKxKjs5kYsTAmCpCwIXHrvq7lCgHp6JiiJZl-2iHVTe6vBDDQK2=s1280" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Bentuk aljabar dan operasinya" border="0" data-original-height="1280" data-original-width="1280" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEjp6WxPsQPkpq63-MalsGS3eno3fwHskKiBbzEwjLfc8urWYUB0FLzK9t6_UgBZ_tC7dDj0ayqIBr65czq6gqURwS8Q2pfUb0jWKFiZmrvIy0GbIIckPoRx5N1f57DcXn9dQQ9_bRKxKjs5kYsTAmCpCwIXHrvq7lCgHp6JiiJZl-2iHVTe6vBDDQK2=w400-h400" title="Bentuk aljabar dan operasinya" width="400" /></a></div><div style="text-align: justify;">Abu Abdullah Muhammad Ibn Musa al Khawarizmi adalah nama lengkap al-Khawarizmi. Beliau dikenal dengan sebutan Bapak Aljabar. Tanggal lahir dan kematiannya tidak diketahui secara pasti. Akan tetapi, beliau dikatakan hidup diantara tahun 790 sampai dengan 840 Masehi. Ada juga yang mengatakan beliau lahir pada pada tahun 780 Masehi dan meninggal dunia pada tahun 850 Masehi. Al-Khawarizmi menulis tentang kuadrat dan dan akar ketika pertama belajar di Yunani dan Mesir, yaitu :</div><div style="text-align: left;"><ul style="text-align: left;"><li>Kuadrat dari $3^2=3\times 3=9$</li><li>Akar dari 9 adalah $\sqrt{9}=3$</li></ul></div><div style="text-align: justify;"><i class="separate"></i></div>
<h2 id="permasalahan-bentuk-aljabar" class="headerLink">
    <a href="#permasalahan-bentuk-aljabar" class="header-mark"></a>Permasalahan Bentuk Aljabar</h2><p>Ada seorang traveler sedang melakukan perjalanan ke suatu tempat wisata yang belum pernah dia kunjungi. Mula-mula dia mengendarai sepeda motor selama 3 jam dengan kecepatan rata-rata $(2x-5)$ kam/jam. Kemudian, dia melanjutkan perjalanan selama 4 jam dengan kecepatan rata-rata $(4x+8)$ km/jam. Dapatkah kalian  menentukan nilai $x$ jika jarak yang ditempuh $346$ km? Permasalahan tersebut dapat diselesaikan menggunakan konsep bentuk aljabar yang akan kita pelajari.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Kuis Materi Himpunan</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/09/kuis-materi-himpunan/</link>
    <pubDate>Sun, 12 Sep 2021 15:09:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/09/kuis-materi-himpunan/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/09/kuis-materi-himpunan/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div style="text-align: justify;">Pada postingan sebelumnya, Admin telah menulis tentang <a href="https://www.aantriono.com/2021/08/pengertian-himpunan.html" target="_blank">Pengertian Himpunan</a>, <a href="https://www.aantriono.com/2021/08/menyajikan-hubungan-antarhimpunan-dengan-diagram-venn.html" target="_blank">Menyajikan Hubungan Antarhimpunan Dengan Diagram Venn</a>, dan <a href="https://www.aantriono.com/2021/09/menyajikan-operasi-himpunan-dalam-diagram-venn.html" target="_blank">Menyajikan Operasi Himpunan Dalam Diagram Venn</a>. Sekarang, Admin akan memberikan kuis yang berkaitan dengan materi himpunan tersebut. Hal ini dimaksudkan agar pembaca dapat mengukur pemahamannya dalam mempelajari materi tentang himpunan yang terbagi dalam tiga postingan tersebut.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsjUNHHeaNwAzCoMbAVJtLzjXqwQcjd-2YKlUV_HcLG0SeVXjnKxNxWx-7BzDlOI9nV3-eFFJ6Z3hlT7pYRE8jTeUer4PbsiKlPdZAc3iptYxJPZbGd38B-dEjQ4-6WFArwpPOV8qPIlE/s1280/kuis+himpunan.jpeg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="kuis irisan himpunan" border="0" data-original-height="1280" data-original-width="1280" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgsjUNHHeaNwAzCoMbAVJtLzjXqwQcjd-2YKlUV_HcLG0SeVXjnKxNxWx-7BzDlOI9nV3-eFFJ6Z3hlT7pYRE8jTeUer4PbsiKlPdZAc3iptYxJPZbGd38B-dEjQ4-6WFArwpPOV8qPIlE/w400-h400/kuis+himpunan.jpeg" title="irisan himpunan" width="400" /></a></div>
<h2 id="petunjuk-mengerjakan-kuis" class="headerLink">
    <a href="#petunjuk-mengerjakan-kuis" class="header-mark"></a>Petunjuk Mengerjakan Kuis</h2><div style="text-align: justify;"><ol class="style1">
  <li>Klik tombol <span class="code">Mulai</span> untuk memulai kuis.</li>
   <li>Tulis <span class="code">Nama</span> dan <span class="code">Kelas</span> Anda pada kotak yang disediakan.</li>
  <li>Klik tombol <span class="code">Kerjakan</span>untuk menuju ke menu soal.</li>
  <li>Klik pada tombol yang merupakan jawaban benar.</li>
  <li>Klik pada tanda <span class="code">&gt;</span> untuk menuju soal berikutnya, dan klik tanda <span class="code">&lt;</span> untuk kembali ke soal sebelumnya, atau klik<span class="code">menu soal</span> untuk melihat keseluruhan soal.</li>
  <li>Waktu pengerjaan kuis adalah <span class="code">30 menit</span>.</li>
  <li>KKM kuis ini adalah <span class="code">70</span></li>
  <li>Klik tombol <span class="code">Selesai</span> untuk mengakhiri pengerjaan kuis.</li>
  <li><span class="code">Nilai</span> Anda akan muncul setelah mengklik tombol selesai.</li></ol></div><div style="text-align: justify;"><div><div class="postRelated">
  <!--[ Related title ]-->
  <b>Baca juga :</b>
  <ul>
<li><a href="javascript:;"></a><a href="https://www.aantriono.com/2021/09/kuis-materi-bentuk-akar.html" target="_blank">Kuis Materi Bentuk Akar</a></li>
<li><a href="javascript:;"></a><a href="https://www.aantriono.com/2021/09/kuis-materi-bilangan-berpangkat.html" target="_blank">Kuis Materi Bilangan Berpangkat</a></li>
<li><a href="javascript:;"></a><a href="https://www.aantriono.com/2021/09/kuis-materi-persamaan-kuadrat.html" target="_blank">Kuis Materi Persamaan Berpangkat</a></li>
  </ul>
</div></div>
<h3 id="kuis" class="headerLink">
    <a href="#kuis" class="header-mark"></a>Kuis</h3></div><div style="text-align: justify;">Oleh : <kbd>Aan Triono</kbd></div>
<div style="text-align: left;"><!--Tombol Mulai-->
<div class="center">
  <button id="klik-mulai">Mulai</button>
</div>
<!--Box Input Nama dan Kelas-->
<div id="input-data"></div>
<!--Box Soal-->
<div id="bank-soal">
  <div class="waktu-wrap">
<div class="data-peserta">
  <div class="nama-peserta"></div>
  <div class="kelas-peserta"></div>
</div>
<!--Waktu Soal, Ganti berdasarkan jam-->
<div data-waktu="0.5" id="waktu-soal"></div>
  </div>
  <!--Jumlah Soal, Ganti berdasrkan jumlah soal-->
  <div class="bank-soal-wrap" data-soal="10">
<!--Pertanyaan dan Jawaban-->
<div class="box-soal">
  <p>1. Diketahui $P=\{\text{faktor dari 60 yang habis dibagi 3}\}$. Pernyataan di bawah ini yang benar adalah ...</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Menyajikan Operasi Himpunan Dalam Diagram Venn</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/09/menyajikan-operasi-himpunan-dalam-diagram-venn/</link>
    <pubDate>Mon, 06 Sep 2021 14:57:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/09/menyajikan-operasi-himpunan-dalam-diagram-venn/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/09/menyajikan-operasi-himpunan-dalam-diagram-venn/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><div style="text-align: left;">
<h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div style="text-align: justify;">Setelah pada postingansebelumnya kita membahas tentang <a href="https://www.aantriono.com/2021/08/pengertian-himpunan.html" target="_blank">pengertian himpunan</a>, dan <a href="https://www.aantriono.com/2021/08/menyajikan-hubungan-antarhimpunan-dengan-diagram-venn.html" target="_blank">menyajikan hubungan antarhimpunan dengan diagram Venn</a>, maka pada kesempatan ini kita akan membahas tentang menyajikan operasi himpunan dalam diagram Venn, sifat-sifat operasi himpunan, dan penerapannya dalam menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan konsep himpunan.</div>
<h2 id="jenis-jenis-operasi-himpunan" class="headerLink">
    <a href="#jenis-jenis-operasi-himpunan" class="header-mark"></a>Jenis-jenis Operasi Himpunan</h2><div style="text-align: justify;">Di sini kita akan membahas operasi himpunan yang meliputi :</div><div style="text-align: justify;"><ol class="style1">
  <li>irisan dua himpunan</li>
  <li>gabungan dua himpunan</li>
  <li>selisih (difference) dua himpunan</li>
  <li>komplemen suatu himpunan</li>
  </ol></div>
<h3 id="irisan-himpunan" class="headerLink">
    <a href="#irisan-himpunan" class="header-mark"></a>Irisan Himpunan</h3><div style="text-align: justify;">Perhatikan ilustrasi berikut.</div><div style="text-align: justify;">Hasil kuesioner dari sekelompok siswa yang gemar olahraga basket dan sepak bola, tercatat nama Andi, Budi, Candra, dan Doni gemar basket. Selain itu, juga tercatat Eka, Fahmi, Budi, dan Doni gemar sepak bola. Menurut hasil kuesioner di atas, adakah siswa yang gemar kedua jenis olahraga?</div><div style="text-align: justify;">Jika disajikan dalam bentuk himpunan, diperoleh himpunan penggemar basket dinotasikan dengan $A=\{\text{Andi, Budi, Candra, Doni}\}$ dan himpunan penggemar sepak bola dinotasikan dengan $B=\{\text{Eka, Fahmi, Budi, Doni}\}$.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhakWnBxEAh7z9WyJTpCJosk9EMvU_AFN5s1rBV6c8eSWA60tHrNecU56mc_UkFuMkHBz32p2n3JKZ4hkIM3PlgXX-bVwbHxfpq_doc8Mc97sA171XmOAVahqfOWm2GMn56Kp_bfdNepsZiiRnXuXLmYQ22dcs-1L1QNhYzWXCgwGnvKueeAAJG9LaA/s1280/himpunan.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Irisan dua himpunan dengan diagram venn" border="0" data-original-height="400" data-original-width="1280" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhakWnBxEAh7z9WyJTpCJosk9EMvU_AFN5s1rBV6c8eSWA60tHrNecU56mc_UkFuMkHBz32p2n3JKZ4hkIM3PlgXX-bVwbHxfpq_doc8Mc97sA171XmOAVahqfOWm2GMn56Kp_bfdNepsZiiRnXuXLmYQ22dcs-1L1QNhYzWXCgwGnvKueeAAJG9LaA/w640-h200/himpunan.png" title="irisan dua himpunan" width="640" /></a></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Jika kegemaran sekelompok siswa itu digambarkan dengan diagram Venn tampak bahwa Budi dan Doni gemar basket dan sepak bola yang merupakan irisan dari himpunan $A$ dan $B$. Hal itu dapat ditulis $A\cap B=\{\text{Budi, Doni}\}$. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut.</div><div style="text-align: justify;"><p class="note"><kbd>Kesimpulan</kbd><br />Irisan himpunan $A$ dan $B$ adalah himpunan yang anggota-anggotnya merupakan anggota $A$ dan $B$, dinotasikan dengan  $A\cap B=\{x|x\in A\ \text{dan}\ x\in B\}$</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Menyajikan Hubungan Antarhimpunan Dengan Diagram Venn</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/08/menyajikan-hubungan-antarhimpunan-dengan-diagram-venn/</link>
    <pubDate>Mon, 30 Aug 2021 04:28:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/08/menyajikan-hubungan-antarhimpunan-dengan-diagram-venn/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/08/menyajikan-hubungan-antarhimpunan-dengan-diagram-venn/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div style="text-align: justify;">Seperti yang diketahui, cara menyajikan himpunan bisa dilakukan dengan menggunakan kata-kata atau deskripsi, dengan notasi pembentuk himpunan, dan dengan mendaftar anggota-anggotanya. Selain itu, ada satu cara lainnya untuk menyajikan <a href="https://www.aantriono.com/2021/08/pengertian-himpunan.html" target="_blank">himpunan</a> yaitu dengan menggunakan diagram Venn. Kenapa dinamakan diagram Venn?&nbsp; Karena diagram ini pertama kali diperkenalkan oleh matematikawan Inggris yaitu John Venn (1834 - 1923). Petunjuk dalam membuat diagram Venn antara lain adalah :</div><div style="text-align: justify;"><ol class="style1">
  <li>Himpunan semesta (S) digambarkan sebagai persegi panjang dan huruf S diletakkan di sudut kiri atas. Selain huruf S ada juga yang menggunakan huruf U.</li>
  <li>Setiap himpunan yang ada dalam himpunan semesta ditunjukkan oleh kurva tertutup sederhana.</li>
  <li>Setiap anggota himpunan ditunjukkan dengan titik.</li>
  <li>Bila anggota suatu himpunan mempunyai banyak anggota, maka anggota-anggotanya tidak perlu dituliskan.</li></ol></div><div style="text-align: justify;">Contoh diagram Venn ditunjukkan pada gambar berikut.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9281HaalIJ4N4tU1cbSFdISOF5BiBlSrocw-MVM0rnVatQFcvWkROqf1gF_R6JDLHXQUfmvj0TDNGGn6_Wb1Zn9W-VCVcw-1ZP6AR5SIq06lc78Ecb_MPk8Ofq2kPIUYA8gPoQ3-1CJMlAJxzO6bBWaEGl6m0bkX36z8HeAC5XVAohvz_OFBYrogq/s1280/himpunan1.png" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="irisan dua himpunan" border="0" data-original-height="400" data-original-width="1280" height="125" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9281HaalIJ4N4tU1cbSFdISOF5BiBlSrocw-MVM0rnVatQFcvWkROqf1gF_R6JDLHXQUfmvj0TDNGGn6_Wb1Zn9W-VCVcw-1ZP6AR5SIq06lc78Ecb_MPk8Ofq2kPIUYA8gPoQ3-1CJMlAJxzO6bBWaEGl6m0bkX36z8HeAC5XVAohvz_OFBYrogq/w400-h125/himpunan1.png" title="menyajikan irisan dua himpunan dengan diagram venn" width="400" /></a></div><div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><br /></div>
<h2 id="hubungan-antarhimpunan" class="headerLink">
    <a href="#hubungan-antarhimpunan" class="header-mark"></a>Hubungan Antarhimpunan</h2><div style="text-align: justify;">Hubungan antarhimpunan dapat digambarkan dalam bentuk diagram Venn berikut.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEnIWHdotC_jUMNMAzGMaeLpFw-qx1IbIN1fi8ypbVnciCwraEkqNpZ4MAqPum0ds6eo9sb8m63Uzi48zL2gGPVwEGv_ikfZiHjOa_5dTnMCaP_FdcW_n_LdZdhaZCLUF7FsRGXWJk2nk/s564/himp1.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="hubungan antarhimpunan dengan diagram venn" border="0" data-original-height="502" data-original-width="564" height="356" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEnIWHdotC_jUMNMAzGMaeLpFw-qx1IbIN1fi8ypbVnciCwraEkqNpZ4MAqPum0ds6eo9sb8m63Uzi48zL2gGPVwEGv_ikfZiHjOa_5dTnMCaP_FdcW_n_LdZdhaZCLUF7FsRGXWJk2nk/w400-h356/himp1.png" title="Hubungan antarhimpunan" width="400" /></a></div>
<h3 id="1-himpunan-bagian" class="headerLink">
    <a href="#1-himpunan-bagian" class="header-mark"></a>1. Himpunan Bagian</h3><div style="text-align: justify;">Pada gambar (a) himpunan $A$ adalah himpunan bagian dari himpunan $B$ ($A\subset B$). Setiap anggota $A$ termasuk anggota $B$.</div>
<h3 id="2-himpunan-yang-sama" class="headerLink">
    <a href="#2-himpunan-yang-sama" class="header-mark"></a>2. Himpunan yang Sama</h3><div style="text-align: justify;">Pada gambar (b) terlihat semua anggota himpunan $A$ menjadi anggota himpunan $B$, demikian juga sebaliknya. Hubungan antara $A$ dan $B$ disebut himpunan yang sama dan ditulis sebagai $A=B$.</div>
<h3 id="3-himpunan-saling-lepas" class="headerLink">
    <a href="#3-himpunan-saling-lepas" class="header-mark"></a>3. Himpunan Saling Lepas</h3><div style="text-align: justify;">Pada gambar (c) himpunan $A$ dan $B$ dikatakan saling lepas karena himpunan $A$ dan $B$ tidak memiliki anggota persekutuan.</div>
<h3 id="4-himpunan-berpotongan" class="headerLink">
    <a href="#4-himpunan-berpotongan" class="header-mark"></a>4. Himpunan Berpotongan</h3><div style="text-align: justify;">Pada gambar (d) himpunan $A$ dan $B$ dikatakan berpotongan karena $A$ dan $B$ memiliki anggota persekutuan dan masing-masing juga memiliki aggota yang bukan persekutuan.</div>
<h2 id="himpunan-ekuivalen" class="headerLink">
    <a href="#himpunan-ekuivalen" class="header-mark"></a>Himpunan Ekuivalen</h2><div style="text-align: justify;">Untuk memahami himpunan yang ekuivalen, perhatikan uraian berikut.</div><div style="text-align: justify;">Jika $y=x+1$ dengan $x$ anggota bilangan cacah ($C$) dan $y$ anggota himpunan bilangan asli ($N$), maka kita peroleh nilai seperti tabel berikut.</div><div style="text-align: justify;"><style>
#simple_table {
font-family: arial, sans-serif;
 border-collapse: collapse; 
 width: 100%;
background-color: #ffffff;
color:black;
}
#simple_table td, #simple_table th {
 text-align: left;
 padding: 8px;
 border: 1px solid #042cf6;
}
#simple_table tr:nth-child(even) {
background-color: #f7f3f3;
}
#simple_table tr:hover {
background-color: #ffff99;
}
#simple_table tr > th 
{
background: #4ff380;
 color: #ffffff;
}
</style>
 <table id="simple_table">
<tbody><tr>
<th>$x$</th>
<th>0</th>
<th>1</th>
<th>2</th>
<th>3</th>
<th>...</th>
</tr>
<tr>
<td>$y$</td>
<td>1</td>
<td>2</td>
<td>3</td>
<td>4</td>
<td>...</td>
</tr>
</tbody></table> Dari tabel tersebut dapat kita tuliskan :</div><div style="text-align: justify;">$C=\{0,1,2,3,\cdots\}$</div><div style="text-align: justify;">$N=\{1,2,3,4,\cdots\}$</div><div style="text-align: justify;">Hubungan $C$ dan $N$ dapat dilihat pada gambar berikut.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbrgNmu-q9IiJV0DxQ2M_ZDaCCn1MuggTWR6rogt4rbWxple9FC4XM-IlQwsE7Q2cmYuRBcujKxXm8HEV8NiayH3IzWKLtqZkZitsW-Kd6KDsw7T9B6lpHeDZZaz70URMRQa4bSWeMQJg/s325/Screenshot+2021-08-30+11.18.50.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Diagram panah" border="0" data-original-height="312" data-original-width="325" height="307" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhbrgNmu-q9IiJV0DxQ2M_ZDaCCn1MuggTWR6rogt4rbWxple9FC4XM-IlQwsE7Q2cmYuRBcujKxXm8HEV8NiayH3IzWKLtqZkZitsW-Kd6KDsw7T9B6lpHeDZZaz70URMRQa4bSWeMQJg/w320-h307/Screenshot+2021-08-30+11.18.50.png" title="Diagram panah" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">Perhatikan bahwa humpunan $C$ dan $N$ merupakan korespondensi satu-satu. Korespondensi satu-satu terjadi jika banyaknya anggota pada kedua himpunan sama. Sehingga hubungan $C$ dan $N$ adalah himpunan yang ekuivalen, dan ditulis $C\sim N$</div><div style="text-align: justify;"><p class="note"><kbd>Kesimpulan : </kbd><br />Dua himpunan A dan B dikatakan ekuivalen jika $n(A) = n(B)$ dan ditulis $A\sim B$</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Pengertian Himpunan</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/08/pengertian-himpunan/</link>
    <pubDate>Fri, 13 Aug 2021 02:02:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/08/pengertian-himpunan/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/08/pengertian-himpunan/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div style="text-align: justify;">Perhatikan gambar berikut.</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: center;"><table class="tr-caption-container">
  <tbody>
<tr>
  <td>
    <img alt="Himpunan" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt-g72FMZLmmHNf8WQykQE4xhdroVr7Qtlr-RACsIv-Av7Qjj_xSsZbdJjgW_Eh55XdUAn57gU0GWiCXy1q4x1PlAcEQ7WIcPwF0PGUxXJzRC3N1yfwmDJaKiMQ_g5qv4ILSIlqW6Hc00/s445/Screenshot+2021-08-12+14.57.34.png" />
  </td>
</tr>
<tr>
  <td class="tr-caption">Gambar : Supermarket buah</td>
</tr>
  </tbody>
</table></div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;">Ketika kita berbelanja buah-buahan di supermarket buah, maka kita akan melihat sekumpulan buah, seperti sekumpulan buah anggur, sekumpulan buah mangga, sekumpulan buah jeruk dan sebagainya. Buah-buah tersebut dikelompokkan berdasarkan nama atau jenisnya. Dalam matematika, kumpulan benda atau objek yang sejenis disebut himpunan. Tetapi tidak semua kumpulan termasuk himpunan. Mengapa demikian?</div><div style="text-align: justify;"><i class="separate"></i></div>
<h2 id="pengertian-himpunan" class="headerLink">
    <a href="#pengertian-himpunan" class="header-mark"></a>Pengertian Himpunan</h2><p>Berikut ini diberikan contoh-contoh himpunan dan bukan himpunan. Perhatikan dengan seksama agar bisa membedakannya.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Cara Mudah Mencari KPK dan FPB</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/07/cara-mudah-mencari-kpk-dan-fpb/</link>
    <pubDate>Sat, 31 Jul 2021 02:48:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/07/cara-mudah-mencari-kpk-dan-fpb/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/07/cara-mudah-mencari-kpk-dan-fpb/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><div style="text-align: justify;">Perhatikan contoh permasalahan berikut. Naomi, Uciha, dan Sakiro mempunyai langganan mie ayam yang sama. Naomi membeli mie ayam setiap 2 hari sekali, Uciha setiap 3 hari sekali, sedangkan Sakiro setiap 5 hari sekali. Jika pada hari ini mereka membeli mie ayam bersama-sama, tentukan setiap berapa hari mereka makan mie ayam bersama-sama?</div>
<h2 id="kelipatan-persekutuan-terkecil" class="headerLink">
    <a href="#kelipatan-persekutuan-terkecil" class="header-mark"></a>Kelipatan Persekutuan Terkecil</h2><div style="text-align: justify;">Permasalahan yang disajikan di atas dapat kita cari penyelesaiannya menggunakan konsep Kelipatan Persekutuan terkecil (<span>KPK</span>). Untuk mencari Kelipatan Persekutuan Terkecil (<span>KPK</span>) dari&nbsp; dua bilangan atau lebih dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : daftar kelipatan, faktorisasi prima, dan pembagian bersusun. Bagaimana caranya? Simak penjelasan berikut.</div>
<h3 id="daftar-kelipatan" class="headerLink">
    <a href="#daftar-kelipatan" class="header-mark"></a>Daftar Kelipatan</h3><div style="text-align: justify;">Di bawah ini disajikan tabel kelipatan bilangan bulat posistif.</div><div style="text-align: justify;"><div class="rumus"><style type="text/css">
.tg  {border-collapse:collapse;border-color:#9ABAD9;border-spacing:0;}
.tg td{background-color:#EBF5FF;border-color:#9ABAD9;border-style:solid;border-width:1px;color:#444;
  font-family:Arial, sans-serif;font-size:14px;overflow:hidden;padding:10px 5px;word-break:normal;}
.tg th{background-color:#409cff;border-color:#9ABAD9;border-style:solid;border-width:1px;color:#fff;
  font-family:Arial, sans-serif;font-size:14px;font-weight:normal;overflow:hidden;padding:10px 5px;word-break:normal;}
.tg .tg-baqh{text-align:center;vertical-align:top}
.tg .tg-brxd{border-color:#67fd9a;text-align:center;vertical-align:top}
</style>
<table class="tg">
<thead>
  <tr>
<th class="tg-baqh">Bilangan a</th>
<th class="tg-baqh">a x 1</th>
<th class="tg-baqh">a x 2</th>
<th class="tg-baqh">a x 3</th>
<th class="tg-baqh">a x 4</th>
<th class="tg-baqh">a x 5</th>
<th class="tg-baqh">a x 6</th>
<th class="tg-baqh">a x 7</th>
<th class="tg-baqh">a x 8</th>
<th class="tg-baqh">a x 9</th>
<th class="tg-baqh">a x 10</th>
  </tr>
</thead>
<tbody>
  <tr>
<td class="tg-brxd">1</td>
<td class="tg-baqh">1</td>
<td class="tg-baqh">2</td>
<td class="tg-baqh">3</td>
<td class="tg-baqh">4</td>
<td class="tg-baqh">5</td>
<td class="tg-baqh">6</td>
<td class="tg-baqh">7</td>
<td class="tg-baqh">8</td>
<td class="tg-baqh">9</td>
<td class="tg-baqh">10</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">2</td>
<td class="tg-baqh">2</td>
<td class="tg-baqh">4</td>
<td class="tg-baqh">6</td>
<td class="tg-baqh">8</td>
<td class="tg-baqh">10</td>
<td class="tg-baqh">12</td>
<td class="tg-baqh">14</td>
<td class="tg-baqh">16</td>
<td class="tg-baqh">18</td>
<td class="tg-baqh">20</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">3</td>
<td class="tg-baqh">3</td>
<td class="tg-baqh">6</td>
<td class="tg-baqh">9</td>
<td class="tg-baqh">12</td>
<td class="tg-baqh">15</td>
<td class="tg-baqh">18</td>
<td class="tg-baqh">21</td>
<td class="tg-baqh">24</td>
<td class="tg-baqh">27</td>
<td class="tg-baqh">30</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">4</td>
<td class="tg-baqh">4</td>
<td class="tg-baqh">8</td>
<td class="tg-baqh">12</td>
<td class="tg-baqh">16</td>
<td class="tg-baqh">20</td>
<td class="tg-baqh">24</td>
<td class="tg-baqh">28</td>
<td class="tg-baqh">32</td>
<td class="tg-baqh">36</td>
<td class="tg-baqh">40</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">5</td>
<td class="tg-baqh">5</td>
<td class="tg-baqh">10</td>
<td class="tg-baqh">15</td>
<td class="tg-baqh">20</td>
<td class="tg-baqh">25</td>
<td class="tg-baqh">30</td>
<td class="tg-baqh">35</td>
<td class="tg-baqh">40</td>
<td class="tg-baqh">45</td>
<td class="tg-baqh">50</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">6</td>
<td class="tg-baqh">6</td>
<td class="tg-baqh">12</td>
<td class="tg-baqh">18</td>
<td class="tg-baqh">24</td>
<td class="tg-baqh">30</td>
<td class="tg-baqh">36</td>
<td class="tg-baqh">42</td>
<td class="tg-baqh">48</td>
<td class="tg-baqh">54</td>
<td class="tg-baqh">60</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">7</td>
<td class="tg-baqh">7</td>
<td class="tg-baqh">14</td>
<td class="tg-baqh">21</td>
<td class="tg-baqh">28</td>
<td class="tg-baqh">35</td>
<td class="tg-baqh">42</td>
<td class="tg-baqh">49</td>
<td class="tg-baqh">56</td>
<td class="tg-baqh">63</td>
<td class="tg-baqh">70</td>
  </tr>
  <tr>
<td class="tg-brxd">8</td>
<td class="tg-baqh">8</td>
<td class="tg-baqh">16</td>
<td class="tg-baqh">24</td>
<td class="tg-baqh">32</td>
<td class="tg-baqh">40</td>
<td class="tg-baqh">48</td>
<td class="tg-baqh">56</td>
<td class="tg-baqh">64</td>
<td class="tg-baqh">72</td>
<td class="tg-baqh">80</td>
  </tr>
</tbody>
  </table></div></div><div style="text-align: justify;">Dari tabel tersebut terlihat bahwa bilangan-bilangan yang sama antara kelipatan 1 dan 2 adalah 2, 4, 6, 8, dan 10. Bilangan 2, 4, 6, 8, dan 10 disebut sebagai <b>kelipatan persekutuan </b>dari 1 dan 2. Sedangkan <b>2 disebut Kelipatan Persekutuan Terkecil (<span>KPK</span>) </b>dari 1 dan 2.</div><div style="text-align: justify;">Contoh.</div><div style="text-align: justify;">Berdasarkan tabel di atas, tentukan lima kelipatan dari bilangan-bilangan berikut serta tentukan KPKnya.</div><div style="text-align: justify;">a. 1 dan 3</div><div style="text-align: justify;">b. 2 dan 5</div><div style="text-align: justify;">c. 4 dan 7</div><div style="text-align: justify;">Jawab.</div><div style="text-align: justify;">a. Kelipatan bilangan 1 dan 3 adalah : 3, 6, 9, 12, 15.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">KPK dari 1 dan 3 adalah : 3</div><div style="text-align: justify;">b. Kelipatan bilangan 2 dan 5 adalah : 10, 20, 30, 40, 50</div><div style="text-align: justify;">KPK dari 2 dan 5 adalah : 10</div><div style="text-align: justify;">c. Kelipatan bilangan 4 dan 7 adalah : 28, 56, 84, 112, 140</div><div style="text-align: justify;">KPK dari 4 dan 7 adalah : 28</div><div style="text-align: justify;"><br /></div><div style="text-align: justify;"><div class="postRelated">
  <!--[ Related title ]-->
  <b>Baca juga :</b>
  <ul>
<li><a href="javascript:;"></a><a href="https://www.aantriono.com/2021/07/bilangan-bulat.html" target="_blank">Bilangan Bulat</a></li>
<li><a href="javascript:;"></a><a href="https://www.aantriono.com/2021/07/bilangan-pecahan.html" target="_blank">Bilangan Pecahan</a></li>
  </ul>
</div></div>
<h3 id="faktorisasi-prima" class="headerLink">
    <a href="#faktorisasi-prima" class="header-mark"></a>Faktorisasi Prima</h3><div style="text-align: justify;">Selain menggunakan cara mendaftar seperti contoh di atas, untuk mencari KPK dapat dilakukan dengan faktorisasi prima. Masih ingatkah Anda apa yang dimaksud dengan bilangan prima? Bilangan prima adalah bilangan asli yang hanya memiliki dua faktor yaitu bilangan itu sendiri dan angka 1. Contoh dari bilangan prima adalah angka 2, 3, 5, 7, 11, dan seterusnya.</div><div style="text-align: justify;">Bagaimana dengan faktorisasi prima? Faktorisasi prima adalah suatu penguraian bilangan yang menjadi perkalian dari faktor-faktor prima. Metode faktorisasi prima dapat dilakukan dengan menggunakan pohon faktor.&nbsp;</div><div style="text-align: justify;">Contoh.</div><div style="text-align: justify;">Tentukan KPK dari 90 dan 168</div><div style="text-align: justify;">Jawab.</div><div style="text-align: justify;">Faktorisasi prima dari bilangan 90 dan 168 adalah sebagai berikut.</div><div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj52f_fUHvuRUDcPz3oAu_s1ZWSs0NTmdyigknkNnsUMLBcPKovjj6SFk0fc1QxKx5gxij6sQvREb5By6eQTCtUyxNLYvE0wjKVmJzoG3gd7muEEEioefVL9UVUVBOICnYJT8ah357s9Wk/s675/Screenshot+2021-07-30+21.34.36.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"><img alt="Mencari KPK dengan faktorisasi prima atau pohon faktor" border="0" data-original-height="381" data-original-width="675" height="181" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj52f_fUHvuRUDcPz3oAu_s1ZWSs0NTmdyigknkNnsUMLBcPKovjj6SFk0fc1QxKx5gxij6sQvREb5By6eQTCtUyxNLYvE0wjKVmJzoG3gd7muEEEioefVL9UVUVBOICnYJT8ah357s9Wk/w320-h181/Screenshot+2021-07-30+21.34.36.png" title="Mencari KPK dengan faktorisasi prima" width="320" /></a></div><div style="text-align: justify;">$90=2\times 3^2\times 5$</div><div style="text-align: justify;">$168=2^3\times 3\times 7$</div><div style="text-align: justify;">Kemudian kita kalikan semua faktor pada masing-masing bilangan dengan ketentuan : jika terdapat faktor prima yang sama pada kedua bilangan, maka dipilih yang pangkat tertinggi.</div><div style="text-align: justify;">KPK dari 90 dan 168 adalah : $2^3\times 3^2\times 5\times 7=2.520$</div><div style="text-align: justify;"><p class="note">untuk mencari nilai KPK Anda tinggal mengalikan semua faktor bilangan prima, dan apabila ada bilangan yang sama maka pilih pangkat yang lebih besar.</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Bilangan Pecahan</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2021/07/bilangan-pecahan/</link>
    <pubDate>Sat, 17 Jul 2021 13:20:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2021/07/bilangan-pecahan/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2021/07/bilangan-pecahan/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pengantar" class="headerLink">
    <a href="#pengantar" class="header-mark"></a>Pengantar</h2><p>Kelas VII.A dari sebuah SMP mengadakan pemilihan ketua kelas. Calon-calon ketua kelas tersebut adalah Danang, Fatimah, dan Zalfa. Setelah diadakan pemungutan suara, diperoleh data bahwa Danang memperoleh $\dfrac{1}{3}$ dari perolehan Fatimah, sedangkan Fatimah memperoleh $\dfrac{3}{4}$ dari perolehan Zalfa. Jika jumlah siswa di kelas itu ada 32 anak, berapakah perolehan suara dari masing-masing calon?</p>]]></description>
</item><item>
    <title>Materi matematika kelas VII SMP/MTs</title>
    <link>https://www.aantriono.com/2020/07/materi-matematika-kelas-vii/</link>
    <pubDate>Sun, 11 Jul 2021 15:04:00 &#43;0000</pubDate><author>
        <name>Aan Triono</name>
    </author><guid>https://www.aantriono.com/2020/07/materi-matematika-kelas-vii/</guid>
    <description><![CDATA[<div class="featured-image">
                <img src="/2020/07/materi-matematika-kelas-vii/featured-image.webp" referrerpolicy="no-referrer">
            </div><h2 id="pendahuluan" class="headerLink">
    <a href="#pendahuluan" class="header-mark"></a>Pendahuluan</h2><div id="postSplit">
  <p style="text-align: justify;"><span style="font-family: verdana;">Pertama Admin ucapkan selamat kepada kalian yang telah lulus Sekolah Dasar dan memasuki jenjang berikutnya yaitu Sekolah Menengah Pertama. Penguasaan materi-materi pelajaran yang telah dipelajari sebelumnya di Sekolah Dasar akan sangat berguna di tingkat SMP ini, tak terkecuali dengan pelajaran matematika. Dalam kesempatan ini Admin akan membagikan artikel tentang materi pelajaran matematika kelas VII SMP/MTs sesuai kurikulum 2013 edisi revisi.</span></p>]]></description>
</item></channel>
</rss>
