Daftar Isi

Mengenal Platform Merdeka Mengajar

Pada hari Senin, 2 Agustus 2021, Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah (LPPKS) menyelenggarakan diklat Perencanaan Berbasis Data dan pengelolaan secara daring.

Kegiatan terdiri dari dua bentuk:

  • synchronous, melalui konferensi video dengan Google Meet,
  • asynchronous, melalui LMS Moodle.

Pada kelas Bimtek Platform Pembelajaran 81, narahubung sekaligus admin LMS adalah Ibu Alfiatun Dwi Budiasih, S.Pd, sedangkan narasumbernya adalah Bapak Deny Avianto, S.T dari Pusdatin Kemdikbudristekdikti.

Peserta diklat merupakan perwakilan sekolah yang diundang oleh LPPKS dan tersebar di tujuh provinsi. Dokumen datanya dapat dilihat pada berkas berikut.

Pelatihan ini berfokus pada pengenalan dan penggunaan Platform Merdeka Mengajar dalam kegiatan pembelajaran. Pada saat pelatihan berlangsung, platform ini masih tersedia dalam versi beta.

Secara umum, Platform Merdeka Mengajar adalah platform teknologi yang disediakan untuk membantu guru:

  • mengajar dengan lebih baik,
  • meningkatkan kompetensi,
  • berkembang dalam karier,
  • memperoleh perangkat ajar dan asesmen yang relevan.

Bagian perangkat ajar membantu guru menemukan materi pembelajaran sesuai mata pelajaran dan fase belajar. Isinya dapat berupa:

  • modul ajar,
  • buku teks,
  • video pembelajaran,
  • modul projek,
  • bahan pendukung lain.

Beberapa hal yang bisa dilakukan pengguna:

  • mencari perangkat ajar berdasarkan mata pelajaran dan fase,
  • membaca atau meninjau materi,
  • menandai materi,
  • menyimpan materi ke folder,
  • mengunduh materi ke perangkat.

Perbedaan antara menandai dan mengunduh:

  • menandai memudahkan akses ulang dan pengelolaan di dalam aplikasi,
  • mengunduh menyimpan berkas langsung ke gawai.

Fitur perangkat ajar dapat diakses oleh guru dan kepala sekolah pada satuan pendidikan yang berada dalam program Sekolah Penggerak dan SMK Program Keunggulan.

Produk asesmen murid membantu guru memperoleh informasi tentang proses dan hasil belajar murid. Asesmen yang disediakan terutama digunakan untuk mengetahui tingkat kompetensi murid.

Beberapa poin penting:

  • asesmen diagnostik tersedia di produk asesmen murid,
  • asesmen dapat dicari berdasarkan mata pelajaran dan fase,
  • asesmen bisa dibagikan secara daring maupun luring,
  • hasil asesmen dapat dikaitkan dengan rekomendasi perangkat ajar.

Siapa yang dapat mengaksesnya:

  • guru dan kepala sekolah di satuan pendidikan yang berada dalam program Sekolah Penggerak,
  • SMK Program Keunggulan atau SMK Pusat Keunggulan.

Kapan asesmen diagnostik mulai dapat digunakan:

  • sejak 12 Juli 2021 untuk guru SD, SMP, dan SMA di program Sekolah Penggerak serta SMK Pusat Keunggulan.

Kapan sebaiknya digunakan:

  • di awal tahun pembelajaran agar hasilnya bisa dipakai untuk perencanaan pembelajaran berikutnya.

Jika produk asesmen belum muncul di aplikasi:

  1. pastikan aplikasi Merdeka Mengajar sudah diperbarui ke versi 0.1.3,
  2. cek informasi pembaruan di Play Store,
  3. jika masih belum tersedia, lakukan instal ulang aplikasi.

Hasil penilaian asesmen dibedakan menjadi dua:

  1. hasil penilaian kelas, yang menunjukkan level kompetensi mayoritas murid dalam satu kelas;
  2. hasil penilaian individu, yang menampilkan analisis kompetensi masing-masing murid.

Asesmen dapat dibagikan dengan dua cara:

  • daring, hasilnya bisa dinilai otomatis di dalam platform;
  • luring, hasilnya perlu dinilai manual menggunakan kunci jawaban yang tersedia.

Bagian berikut berisi panduan untuk mengunduh aplikasi Merdeka Mengajar dari Play Store dan mulai menggunakannya. Pastikan aplikasi sudah terpasang di HP atau tablet sebelum mengikuti panduan ini.

Platform Merdeka Mengajar dikembangkan sebagai pendukung program Sekolah Penggerak dan implementasi Merdeka Mengajar. Melalui platform ini, guru memperoleh akses yang lebih mudah ke perangkat ajar, asesmen, dan informasi pembelajaran.

Terima kasih disampaikan kepada Ibu Alfiatun Dwi Budiasih, S.Pd selaku admin dan narahubung dari LPPKS, Bapak Deny Avianto, S.T selaku narasumber dari Pusdatin Kemdikbudristekdikti, serta Kepala SMPN Purworejo dan seluruh pihak terkait yang telah berbagi wawasan mengenai platform ini.

Referensi: https://guru.kemdikbud.go.id