Cara Mudah Mencari KPK dan FPB

Pengantar
Perhatikan permasalahan berikut. Naomi membeli mie ayam setiap 2 hari sekali, Uciha setiap 3 hari sekali, dan Sakiro setiap 5 hari sekali. Jika hari ini mereka membeli mie ayam bersama-sama, setiap berapa hari mereka akan makan mie ayam bersama lagi?
Masalah seperti ini dapat diselesaikan dengan konsep Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK).
Kelipatan Persekutuan Terkecil
KPK dari dua bilangan atau lebih dapat dicari dengan beberapa cara:
- daftar kelipatan
- faktorisasi prima
- pembagian bersusun
Daftar Kelipatan
Untuk memahami ide KPK, perhatikan beberapa kelipatan berikut:
- kelipatan
2:2, 4, 6, 8, 10, 12, ... - kelipatan
3:3, 6, 9, 12, 15, ... - kelipatan
5:5, 10, 15, 20, 25, ...
Bilangan yang sama pada dua atau lebih daftar kelipatan disebut kelipatan persekutuan. Bilangan persekutuan yang paling kecil disebut KPK.
Contoh:
- KPK dari
1dan3adalah3 - KPK dari
2dan5adalah10 - KPK dari
4dan7adalah28
Faktorisasi Prima
Cara lain untuk mencari KPK adalah dengan faktorisasi prima.
Contoh: tentukan KPK dari 90 dan 168.

Untuk mencari KPK, ambil semua faktor prima yang muncul, lalu pilih pangkat tertinggi dari setiap faktor.
Kalkulator KPK
Kalkulator interaktif untuk bagian ini tersedia pada sumber aslinya.
Pembagian Bersusun
KPK juga dapat dicari dengan pembagian bersusun. Caranya, bilangan-bilangan dibagi bertahap sampai semua hasil baginya menjadi 1, lalu semua pembagi dikalikan.
Contoh: tentukan KPK dari 9, 15, dan 42.

Hasilnya:
Jadi, KPK dari 9, 15, dan 42 adalah 630.
Faktor Persekutuan
Bilangan disebut faktor dari bilangan bulat jika membagi habis . Dengan kata lain:
dengan bilangan bulat.
Contoh:
- faktor dari
6:1, 2, 3, 6 - faktor dari
8:1, 2, 4, 8 - faktor dari
24:1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, 24
Faktor persekutuan dari 6 dan 8 adalah {1, 2}.
Faktor Persekutuan Terbesar
FPB dari dua atau lebih bilangan adalah bilangan bulat positif terbesar yang dapat membagi habis semua bilangan tersebut.
FPB dapat dicari dengan:
- membandingkan daftar faktor
- menggunakan faktorisasi prima
- menggunakan pembagian bersusun
Contoh 1
Carilah FPB dari 20 dan 12.
Faktor dari 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, 20
Faktor dari 12 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 12
Faktor terbesar yang sama adalah 4, jadi FPB dari 20 dan 12 adalah 4.
Contoh 2
Carilah FPB dari 90 dan 168.

Untuk mencari FPB, ambil faktor prima yang sama dan pilih pangkat terendah:
Contoh 3
Carilah FPB dari 24, 48, dan 72.

Kalikan pembagi yang habis membagi semua bilangan:
Jadi, FPB dari 24, 48, dan 72 adalah 12.
Kalkulator FPB
Kalkulator interaktif untuk bagian ini tersedia pada sumber aslinya.
Menyelesaikan Masalah Sehari-Hari dengan KPK dan FPB
1. Jadwal servis motor
Dua motor milik Ani harus diservis secara rutin. Motor pertama diservis setiap 30 hari, motor kedua setiap 25 hari. Setiap berapa hari kedua motor harus diservis bersama?
KPK dari 25 dan 30 adalah:
Jadi, Ani akan membawa kedua motor untuk diservis bersama setiap 150 hari.
2. Membagi roti ke dalam kantong
Andi mempunyai 15 roti cokelat dan 20 roti pisang. Semua roti akan dimasukkan ke dalam kantong dengan komposisi yang sama. Berapa banyak kantong yang dapat dibuat?
Faktor 15 adalah 1, 3, 5, 15
Faktor 20 adalah 1, 2, 4, 5, 10, 20
FPB dari 15 dan 20 adalah 5, sehingga jumlah kantong yang bisa dibuat adalah 5.
3. Jadwal ronda
Pak Amin ronda setiap 4 hari, Pak Andi setiap 6 hari, dan Pak Budi setiap 8 hari. Jika mereka ronda bersama pada 1 Agustus 2021, kapan mereka ronda bersama untuk kedua kalinya?
KPK dari 4, 6, dan 8 adalah:
Artinya mereka akan ronda bersama lagi 24 hari setelah 1 Agustus 2021, yaitu pada 25 Agustus 2021.
Evaluasi
Latihan interaktif untuk bagian ini tersedia pada sumber aslinya.
Penutup
Demikian pembahasan tentang cara mencari KPK dan FPB dengan daftar kelipatan, faktorisasi prima, dan pembagian bersusun. Pilih metode yang paling mudah dipahami, lalu perbanyak latihan agar konsepnya semakin kuat.
Referensi: Buku Matematika Siswa SMP/MTs Kelas VII Semester 1, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 2016.




