Dalam kehidupan sehari-hari, bilangan berpangkat banyak digunakan. Misalnya pada penulisan frekuensi, ukuran sangat besar, atau ukuran sangat kecil. Dengan mempelajari bilangan berpangkat, kita dapat menulis dan menghitung bentuk-bentuk tersebut dengan lebih ringkas.
B. Bilangan Berpangkat Bulat Positif
Definisi
Jika a∈R dan n bilangan bulat positif, maka:
an=nkalia×a×⋯×a
Keterangan:
an disebut bilangan berpangkat,
a disebut bilangan pokok,
n disebut pangkat atau eksponen.
Contoh
Nyatakan bilangan-bilangan berikut dalam perkalian berulang, lalu hitung hasilnya.
25
(−3)2
(0,5)4
(−4)3
Jawab
25=2×2×2×2×2=32
(−3)2=(−3)×(−3)=9
(0,5)4=(0,5)×(0,5)×(0,5)×(0,5)=0,0625
(−4)3=(−4)×(−4)×(−4)=−64
C. Sifat-Sifat Operasi Bilangan Berpangkat
1. Sifat Perkalian
am×an=am+n
dengan a bilangan real dan m,n bilangan bulat positif.
Contoh
Sederhanakan bentuk-bentuk berikut:
63×64
(−4)×(−4)2
52×33×2
7a3×b4×3a2×b
Jawab
63×64=63+4=67
(−4)×(−4)2=(−4)1+2=(−4)3
Karena bilangan pokoknya tidak sama, bentuk ini tidak dapat disederhanakan lebih lanjut.
7a3×b4×3a2×b=7a3×3a2×b4×b=21a3+2b4+1=21a5b5
2. Sifat Pembagian
anam=am−n
dengan a=0 dan m>n.
Contoh
610612
6293
(−3)2(−3)4×(−3)3
Jawab
610612=612−10=62
Karena bilangan pokoknya tidak sama, bentuk ini tidak dapat disederhanakan lebih lanjut.
Catatan: sifat-sifat operasi bilangan berpangkat positif juga berlaku untuk pangkat negatif selama syarat-syaratnya terpenuhi.
E. Bilangan Berpangkat Nol
Perhatikan:
3232=3×33×3=1
dan:
3232=32−2=30
Maka diperoleh:
30=1
Definisi
a0=1
dengan a=0.
Contoh
Hitung:
(5)0
(12)0
34a2b0
Jawab
(5)0=1
(12)0=1
34a2b0=34a2⋅1=34a2
Catatan: sifat-sifat pangkat positif dan negatif juga berlaku pada pangkat nol.
F. Bilangan Pecahan Berpangkat Bulat
Bilangan yang dapat dituliskan dalam bentuk pecahan disebut bilangan rasional. Sifat-sifat bilangan berpangkat pada bilangan bulat juga berlaku untuk bilangan rasional.